Iman Sulaiman, Pengusaha Muda Sukses, Surabaya
Hari itu saya berdua dengan seorang teman (kebetulan pejabat di Pemkot
Surabaya) pergi mengunjungi "orang pintar", yaitu seorang ustadz yang
kebetulan dikaruniai kemampuan untuk membantu penyembuhan dari
berbagai penyakit. Kebetulan teman saya itu memiliki suatu keluhan dan
ingin mendapatkan terapi.
Saat Pak Ustadz - begitu kami memanggil "orang pintar" tersebut - memegang dan "membaca" telapak tangan teman saya, beliau terkejut dan bertanya, apakah teman saya memakai susuk, jimat atau sebangsanya. Sebab Pak Ustadz merasakan "energi" teman saya itu besar sekali. Tentu saja teman saya menjawab tidak, dia tidak memiliki dan tidak sedang memakai benda-benda sejenis itu. Tapi Pak Ustadz ngotot. Sambil menyelidik beliau berkata lagi, bahwa sumber energi yang besar itu ada di dada teman saya dan berbentuk melingkari leher.
"Apakah Bapak memakai kalung?", tanya Pak Ustadz.
"Oh, ya benar", jawab teman saya. "Saya memang memakai kalung", katanya sambil mengeluarkan dan melepas sebentuk kalung dengan manik-manik berwarna putih. Diberikannya kalung itu kepada Pak Ustadz.
"Ya ini... ya kalung ini yang energinya besar itu", kata Pak Ustadz kemudian. "Dari mana Anda dapatkan kalung ini?"
"Saya beli di teman saya di kantor", jawab teman saya.
Beberapa hari kemudian Pak Ustadz ikut membeli kalung itu dan dikenakan pada putranya. Kata beliau, alergi putranya sembuh setelah pakai kalung itu. Saya pun membeli kalung itu, yang ternyata adalah kalung Bio Necklace yang mengandung sinar inframerah. Saya merasa badan saya lebih segar setelah memakai kalung ini. Istri saya sembuh juga dari alerginya. Teman-teman di kantor akhirnya banyak juga yang membeli.
Probo Jatmiko, Internet Marketer, Surabaya
Awalnya saya tidak percaya, ketika teman saya, Iman Sulaiman
mengatakan punya kalung ajaib. Saya bilang itu paling pakai tenaga
dalam yang jual, jin atau kalungnya memang diisi tenaga dalam. Bahkan
saya sempat menghubungi guru metafisik saya untuk "melihat" energi
macam apa yang dimiliki kalung ini. Ternyata guru saya mengatakan
kalung itu memang ada energinya, bukan berasal dari jin dan bukan
buatan manusia, tapi energi yang alami.
Saya belum puas. Setelah tahu bahwa ini menggunakan teknologi sinar inframerah, saya mulai searching di internet. Saya juga sempat mengirim email kepada salah satu produsen produk sejenis di Korea. Berikut ini email jawaban dari dia :
--------------------------------------------------------------
Dear Probo Jatmiko,
Tuesday, December 06, 2005
Thank you very much for your e-mailing.
I'll send some information about our products.
If you show the website (http://www.ec21.com/cleanhitec), you get more information (catalogue, technical and scientific data) about our products.
Far Infrared Ray (FIR) can be measured by IR spectrometer.
The FIR of Bio-Necklace is not change and exists forever.
The amount of FIR is not decreased as time passes.
If any questions, let us know.
Best regard,
Dr. Jang, Kam Yong, President,
Lim, Kyoung Mook, Manager,
CleanWorld Hi-Tech
Tel: 82-42-636-6315, Fax: 82-42-636-6317
E-mail: lkm69@cleantech21.co.kr, Website: www.ec21.com/cleanhitec
--------------------------------------------------------------
Setelah pemakaian pertama selama 1 jam, badan terasa meriang (suhu badan sedikit naik) dan agak terasa sakit kepala. Hal ini saya biarkan dan saya bertahan untuk tetap memakainya dari jam 11 siang hingga jam 03 dini hari esok harinya. Karena meriang dan sakit kepala tidak kunjung reda, akhirnya kalung saya lepas. Jam 06 badan sudah mendingan. Hingga jam 09 terasa kembali normal (sakit kepala masih terasa tapi sangat ringan dan lama-lama sembuh total). Saya anggap peristiwa ini sebagai respon tindak balas tubuh saya. Hebatnya, semenjak saya memakai kalung itu, saya sama sekali tidak bersin-bersin dan pilek serta hidung buntu yang saya alami selama bertahun-tahun sembuh seketika. Begitu juga seorang teman mengaku alergi pileknya sembuh setelah memakai kalung ini.Hingga saat tulisan ini saya buat (satu minggu pemakaian), batuk yang saya derita selama beberapa bulan ini, makin hari makin terasa lebih ringan.
Sebagai perbandingan, saya dulu mengkonsumsi berbagai supplemen kesehatan yang mahal-mahal. Kalau sekali beli harganya Rp100.000 dan itu 1-2 bulan habis, maka dalam 1 tahun sudah lebih dari Rp1 juta pengeluaran saya. Pakai produk ini, Alhamdulillah, cukup dengan sekali beli. Bahkan bisa gantian, dipinjamkan keluarga apabila ada yang membutuhkan.